Bogor Beres, Bogor Sehat dengan "Beberes Runtah" Pilah Sampah dari Sumbernya

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 30 Juli 2025 | 00:03 WIB
Bogor Beres, Bogor Sehat dengan "Beberes Runtah" Pilah Sampah dari Sumbernya (Dims / jurnalmetropolita.com)
Bogor Beres, Bogor Sehat dengan "Beberes Runtah" Pilah Sampah dari Sumbernya (Dims / jurnalmetropolita.com)

JURNALMETROPOLITAN.com - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim resmi meluncurkan program "Bersama Bereskan Sampah di Rumah" (Beberes Runtah) di Hotel Luminor, Kota Bogor, Kamis (24/7/2025).


Program yang diluncurkan Pemerintah kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), ini diinisiasi oleh Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan (PERSIK) Bapperida Kota Bogor, Sofie Linawati.

Semangat program ini merupakan turunan dari visi Bogor Beres, Bogor Maju pada Misi Bogor Sehat melalui poin pelayanan kebersihan dan masuk ke dalam 33 program prioritas.

Baca Juga: Yantie Rachim Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya sebagai Warisan Budaya Bangsa

Satu di antaranya, yakni penanganan pengelolaan sampah berbasis wilayah dengan metode Reduce, Reuse, Recycle (3R) di area khusus serta penyediaan fasilitas armada angkutan sampah yang layak dan memadai.

Selanjutnya, yaitu mewujudkan gerakan masyarakat sadar lingkungan, revitalisasi dan rehabilitasi lingkungan dalam rangka pencegahan percepatan pemanasan global.

Dedie Rachim mengatakan permasalahan persampahan masih menjadi salah satu persoalan yang harus diselesaikan secara tuntas.

Baca Juga: BKPSDM Kota Bogor Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong ASN Bertransformasi

"Disamping kita sedang dalam tahap membangun pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), tapi tentu secara moral masyarakat Bogor harus juga bertanggung jawab, yaitu masyarakat termasuk juga pelaku usaha, dan industri, sektor pendidikan, kesehatan, dan semua harus terlibat dalam menanggulangi permasalahan sampah," ujar Dedie Rachim.

Sehingga, kehadiran program dalam aksi perubahan yang digagas oleh Kabid PERSIK Bapperida ini menghadirkan ide dan inovasi yang sangat relevan.

"Karena produksi sampah saat ini mencapai hampir 700 ton per hari. Kalau bisa ditanggulangi dari hulu, dari sumber, tentu tidak sebanyak itu, sehingga tanggung jawab kita bagi dan TPAS Galuga tidak tambah lebar, karena dari awal sudah dipilah dan dimanfaatkan," katanya.

Baca Juga: Dedie Rachim Tegaskan Komitmen Pemkot Bogor terhadap Pendidikan dan Kesehatan

Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, mengatakan bahwa yang melatarbelakangi inovasi ini yaitu dari adanya jumlah timbulan sampah Kota Bogor yang mencapai 600 hingga 700 ton perhari yang harus dibawa ke TPAS Galuga yang berjarak 18 kilometer dari Kota Bogor.

"Dari total itu baru mampu kita olah di tingkat sumber sebesar 18-20 persen dan kemudian kalau kita lihat lagi datanya yang berkontribusi besar adalah sampah sisa makanan, komposisinya hampir 40 persen," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X