Penangkapan Pelaku Begal dan Pembacokan Jalan Halmahera Semarang, Diamankan Polisi di Konter HP saat Kabur ke Magelang

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 9 April 2026 | 15:51 WIB
Penangkapan pelaku begal disertai pembacokan di Semarang yang viral di media sosial. ((Instagram/hery_jbrik))
Penangkapan pelaku begal disertai pembacokan di Semarang yang viral di media sosial. ((Instagram/hery_jbrik))

Baca Juga: Wajib Kalian Coba Lakukan! 5 Kebiasaan Pagi untuk Menjaga Tekanan Darah Tetap Stabil

“Pada 2019 divonis penjara, kemudian 2020 kembali melakukan pencurian dengan pemberatan, lalu 2022 dan 2024 kembali melakukan pencurian dengan kekerasan,” paparnya.

Barang Bukti Diamankan Polisi di Hotel

Setelah ditangkap di konter HP, bersama dengan pelaku, Polisi melanjutkan pencarian pada barang bukti berupa pisau lipat.

Pisau lipat tersebut yang digunakan oleh pelaku Dito untuk mengeksekusi aksinya, yaitu pengancaman hingga tindak kekerasan berupa pembacokan pada bagian wajah korban.

“Tim gabungan berhasil mengamankan pisau lipat dengan gagang warna coklat itu di sebuah hotel di daerah Magelang dimana Dito menginap dan bersembunyi selama pelariannya,” ungkap Syahduddi.

Baca Juga: Resep Capcay Sehat Ala Restoran: Sayur Lezat untuk Makan Siang Keluarga

“Kemudian barang-bukti berupa pisau lipat dan saudara Dito dibawa ke Polrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Kronologi Kejadian, Dibegal saat akan ke Gereja

Aksi begal yang dilakukan oleh dua pelaku itu dilakukan pada Minggu pagi, 5 April 2026 ketika korban hendak ke Gereja untuk perayaan Paskah.

Korban YH dijemput oleh temannya, ACH dengan motor dan menunggu di depan rumahnya di Jalan Halmahera Raya, Karangtempel, Semarang Timur.

“Berdasarkan keterangan korban, pelaku mendekati dan meminta barang berharga, karena korban berusaha mempertahankan, pelaku kemudian melakukan kekerasan menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan salah satu korban mengalami luka di bagian wajah,” kata Kapolrestabes.

Pelaku diketahui saat itu dipengaruhi oleh minuman keras yang dikonsumsi pada dini hari.

“Sebelum melaksanakan aksinya, pada jam 2 dini hari, orang ini minum-minuman keras dan ingin minum kembali tapi tidak punya uang. Kemudian muncul niat melakukan pencurian kekerasan dengan mengambil secara acak korbannya,” terangnya.

Baca Juga: Berkat FIlm Series, Ini Kisah Bibit Satpam di Bogor yang Fasih Bahasa Inggris

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X