Menilik kolom komentar, tak sedikit warga yang mengungkapkan keresahannya karena kini mulai banyak street coffee yang hadir, termasuk memakan tempat di area trotoar.
Beberapa komentar dari warganet seperti, “Yang di Kotabaru sekalian, nongkrong dan parkirnya sampai di badan jalan mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban,” tulis akun @ami*********n
“Yang bilang nggak apa-apa, udah tanya warga sekitar belum? Pada keganggu, malam-malam bising dan pagi-pagi kotor banyak sampah,” tulis akun @adr******e
“Sekarang semua trotoar dibikin street coffee, tolong ditindak untuk hak pejalan kaki,” tulis akun @dap*****2
Penutupan Jembatan Kewek untuk Perbaikan dan Rehabilitasi
Jembatan Kewek sendiri sudah ditutup dari kendaraan besar per 10 Desember 2025 dan proyek rehabilitasi dilakukan di tahun 2026 ini.
Baca Juga: Komitmen Pemkot Bogor dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Lewat Kolaborasi
Total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan Jembatan Kewek sekitar Rp19 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kondisi jembatan yang sudah berusia 100 tahun itu ditutup karena kekuatan konstruksinya tinggal 20 persen.
Selain itu, bangunan Jembatan Kewek patah di bagian ujung, ada pergeseran tiga sentimeter, dan penurunan 10 sentimeter.(*)
Artikel Terkait
Bukan Pedagang Kecil, Satpol PP di Aceh Justru Targetkan ASN yang Pergi Nongkrong ke Warkop saat Jam Kerja Berlangsung
Kontroversi Petugas Satpol PP Jakarta vs Ibu-ibu PKL, Sebilah Pisau yang Dibawa sang Pedagang Dinilai Jadi Ancaman
Diduga Kesal Lapaknya Disita, Pedagang Buah di Jaktim Ini Angkat Anaknya untuk Diangkut ke Truk Satpol PP