JURNALMETROPOLITAN.com - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan, keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih tidak hanya mengandalkan jumlah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Farida menjelaskan, upaya Pemerintah dalam menyiapkan pelatihan manajemen koperasi, mulai dari keuangan, digitalisasi pencatatan transaksi, logistik, tata niaga, serta pendampingan bisnis bagi para pengurus koperasi.
“Kami selalu mendampingi koperasi dalam penyusunan proposal bisnis, agar usaha yang direncanakan sesuai dengan yang dijalankan. Ini penting untuk menjaga profesionalitas pengelolaan Kopdes Merah Putih,” katanya dalam talkshow bertajuk ‘Kopdes Merah Putih, Asta Cita, Perekonomian Jawa Timur,’ di Jawa Timur (Jatim), Kamis (27/11/2025).
Baca Juga: Diikuti 348 Peserta dari Empat Provinsi, Festival Pencak Silat Kebun Raya Bogor Berlangsung Meriah
Farida menegaskan, potensi besar yang akan tercipta dengan pembangunan 80 ribu gerai dan pergudangan Kopdes Merah di seluruh desa dan kelurahan.
“Bayangkan, 80 ribu gerai dan pergudangan baru dibangun di setiap desa. Ini akan menjadi instrumen baru yang membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Dikatakan Wamenkop, setiap koperasi desa diharapkan memiliki enam gerai, yang mampu menyerap 20-25 tenaga kerja per lokasi. Jika seluruh gerai beroperasi, diperkirakan akan tercipta 1,6 juta lapangan pekerjaan baru.
“Ini adalah ikhtiar kita bersama,” tambahnya.
Farida juga mengimbau koperasi-koperasi eksisting untuk tidak merasa tersaingi dengan hadirnya Kopdes Merah Putih. Sebaliknya, koperasi baru ini harus dilihat sebagai mitra strategis yang dapat memperluas jaringan usaha koperasi yang sudah ada.
Baca Juga: Kepala BRIN Resmikan Gedung Inkubator Halal IPB
“Koperasi yang sudah memiliki aset dan valuasi tinggi didorong untuk membangun pabrik dan industri agar produk-produk dalam negeri dapat didistribusikan dan dipajang di etalase 80 ribu gerai yang sedang kami bangun,” jelasnya.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah merebranding koperasi dengan mendorong Kopdes Merah Putih masuk ke ranah koperasi produksi, distribusi dan industri meskipun ada layanan koperasi simpan pinjam.
“Kopdes juga didorong menyuplai bahan pangan berasal untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang tersebar di beberapa titik di Jatim. Jika hari ini, MBG dapur baru terus dibuka akan ada peluang baru rantai pasok pangan baru bagi koperasi,” tuturnya.
Dia menegaskan, tujuan utama dari program ini adalah membangun ekosistem koperasi yang saling melengkapi antara Kopdes Merah Putih dengan koperasi eksisting.
Artikel Terkait
Sulut Hampir 100% Bentuk Kopdes/Kel Merah Putih, Wamenkop: Bisa Manfaatkan Aset Milik Pemerintah
Wamenkop: Saatnya Rakyat Papua Jadi Subyek Perekonomian Lewat Kopdes/Kel Merah Putih
Ada 92 Percontohan Kopdes/Kel Merah Putih di 38 Provinsi, Wamenkop: Launching 19 Juli di Klaten