Presiden ke-8 RI itu memberi contoh bahwa barang dengan harga asli Rp1 juta bisa dinaikkan berpuluh kali lipat melalui permainan oknum tertentu.
“Barang harganya Rp1 juta, dinaikin 150 kali. Jangan kira saya tidak tahu,” tegasnya.
Baca Juga: Setelah Syuriyah Berhentikan Gus Yahya, Kini Tanfidziyah Copot Gus Ipul dari Posisi Sekjen PBNU
Tekankan Pentingnya Setiap Rupiah untuk Kepentingan Publik
Prabowo menegaskan bahwa negara membutuhkan efisiensi anggaran, terutama karena dana publik harus dialokasikan sepenuhnya untuk sektor yang benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat, seperti pendidikan dan kesejahteraan guru.
Ia mengingatkan bahwa korupsi menyebabkan negara kehilangan kesempatan untuk meningkatkan fasilitas sekolah hingga memperbaiki kualitas layanan pendidikan.
“Kita butuh setiap Rupiah untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan guru-guru, perbaikan sekolah,” tutur Prabowo.
Di akhir pidatonya, Presiden kembali mempertegas sikap antikorupsi pemerintah dengan pesan langsung yang tertuju kepada seluruh penyelenggara negara.
“Jangan mencuri uang rakyat!” tegasnya.
Penegasan Politik Anggaran Pemerintahan Prabowo
Pernyataan Presiden Prabowo kali ini menambah daftar pesan keras yang sebelumnya juga pernah ia sampaikan terkait reformasi tata kelola anggaran.
Pidato ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah berencana meningkatkan penegakan hukum dan sistem pengawasan.
Prabowo menutup pidatonya dengan kembali menekankan tujuan utama pemerintah, memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar kembali kepada rakyat, bukan bocor ke tangan para pelaku korupsi.(*)
Artikel Terkait
Meski Sama-sama Hak Istimewa Presiden, Ini Bedanya Rehabilitasi yang Didapat Ira Puspadewi vs Abolisi pada Tom Lembong
Bahlil Bicara Soal Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal yang Terkait dengan Bandara IMIP: Sebut Diminta Presiden Prabowo Lakukan Penindakan Tanpa Kompromi
Pengamat Soroti Kemungkinan Roy Suryo cs Dapat Keadilan Langsung dari Presiden dalam Kasus Ijazah Jokowi