Pengurus Rombongan Santri yang Viral Batal Terbang Ungkap Super Air Jet Sebut Alasannya karena Keterlambatan: Padahal Sudah Punya Boarding Pass

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Minggu, 5 April 2026 | 18:52 WIB
29 Santri Batal Terbang ke Jakarta, Pengurus Laporkan Super Air Jet ke Polisi
29 Santri Batal Terbang ke Jakarta, Pengurus Laporkan Super Air Jet ke Polisi

 

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Viral di media sosial video sejumlah santri asal Bangka Belitung yang batal terbang menggunakan maskapai Super Air Jet pada Kamis, 2 April 2026 menuju Jakarta.

Diketahui ada sekitar 29 santri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Pasuruan yang dilarang ikut dalam penerbangan meski sudah memiliki tiket dan boarding pass.

“Mereka beli tiket Pangkalpinang - Jakarta. Kalau pun mereka tidak boleh berangkat, harusnya dapat refund dari kalian, tapi ini tidak sama sekali,” tulis keterangan dalam tangkapan layar unggahan status WhatsApp, dikutip dari @bangkabelitunginfonew pada Jumat, 3 April 2026.

29 dari 72 Santri Dilarang Terbang

Dalam video tersebut, perekam menyebut ada sekitar 70-an orang dalam rombongan yang akan terbang saat itu.

Baca Juga: Viral Aksi Maling Tertangkap CCTV, Korban Minta Bantuan Netizen Cari Identitas Terduga Pelaku

“Ini adalah santri Darullughah yang seharusnya hari ini mereka berangkat dengan jumlah rombongan sekitar 72 orang,” ucapnya.

“Tapi, ternyata dengan alasan keterlambatan, mereka ditinggal. Padahal, mereka sudah mengantongi masing-masing satu boarding pass. Jadi, 41 santri masuk pesawat dan lainnya nggak boleh masuk,” terangnya.

Ia kemudian menuntut penjelasan dan tidak lepas tangan mengenai permasalahan tersebut.

“Kami meminta tanggung jawab dari kalian semua, gimana nasib para santri-santri. Terima kasih,” lanjutnya.

Kerugian Ditaksir Mencapai Puluhan Juta

Insiden ini disebut-sebut membuat rombongan dan keluarga santri merugi hingga sekitar Rp100 juta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X