Baca Juga: Kasus Berdarah Satu Keluarga di Depok, Polisi: Pelaku Mengarah Ke Anaknya
2. Jenderal besar Soedirman
Memiliki nama lengkap Raden Soedirman, adalah seorang pahlawan pembela Kemerdekaan yang tidak pernah mementingkan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia.
Jenderal Soedirman dikenal sebagai sosok Panglima dan Jenderal pertama serta termuda di Indonesia. Pada masa mudanya, ia terkenal disiplin dan aktif dalam organisasi Pramuka Hizbul Wathan.
Pendidikan militer Jenderal Soedirman dimulai dengan mengikuti pendidikan di Peta (tentara Pembela Tanah Air) di Bogor. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya.
Setelah Indonesia merdeka, dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itu merupakan jasanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia.
Setelah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Melalui Konferensi TKR tanggal 2 November 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia.
Baca Juga: Bingung Cari Kafe Unik di Depok? Berikut Ini Rekomendasinya
Kemudian, pada tanggal 18 Desember 1945, Presiden melantiknya sebagai Jenderal. Jadi, ia mendapatkan pangkat Jenderal bukan melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya seperti biasanya, melainkan karena prestasinya.
Meskipun menderita penyakit paru-paru yang parah, ia tetap melanjutkan perlawanan melawan Belanda. Jenderal Soedirman selalu konsisten dan teguh, bahkan ketika membela kepentingan Tanah Air. Sikap bijaksananya terlihat saat Agresi Militer II Belanda.
Panglima Besar Jenderal Soedirman memerintahkan tentara republik untuk keluar dari kota dan melanjutkan perang gerilya. Meski dalam kondisi sakit berat seperti tuberkulosis, Jenderal Soedirman memutuskan untuk memimpin gerilya.
3. Jenderal Soeharto
Soeharto resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Sejumlah jabatan yang pernah ia tempati di kemiliteran yaitu sersan tentara KNIL, komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel.
Pada tahun 26 Desember 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah. Seorang anak pegawai Mangkunegaran di Solo.
Baca Juga: Kepedulian Terhadap Masyarakat, Polresta Bogor Kota Bagikan Sarapan Gratis