Viral Kisah Guru di Tapanuli Selatan Sumbangkan Ribuan Meter Tanah Pribadinya demi Bangun Madrasah usai Banjir Bandang

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 28 Januari 2026 | 08:33 WIB
Mengintip kisah inspiratif seorang guru di Tapsel, Nur Ali yang menghibahkan tanah pribadinya untuk bangun sekolah usai banjir bandang.  (Foto : Dok. Kemenag)
Mengintip kisah inspiratif seorang guru di Tapsel, Nur Ali yang menghibahkan tanah pribadinya untuk bangun sekolah usai banjir bandang. (Foto : Dok. Kemenag)

JURNALMETROPOLITAN.com - Linimasa media sosial sedang hangat memperbincangkan kisah seorang guru bernama Nur Ali menyumbang tanah seluas 7500 meter persegi (m2) untuk pembangunan sekolah di Angkola Selatan, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Sebelumnya diketahui, Tapsel menjadi salah satu daerah yang terdampak bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Kini, ketulusan hati Nur Ali untuk membangun sekolah demi mencerahkan masa depan anak-anak di Tapsel, memikat perhatian publik.

"Nur Ali, Guru yang hibahkan 7500 m2 tanahnya untuk bangun sekolah," tulis akun Instagram @folkative, pada Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga: Meski telah sebulan lebih berlalu, beberapa wilayah masih terisolir karena jalur darat putus total

Hingga kini, postingan tersebut telah disukai oleh 120 ribu pengguna Instagram.

Doa kebaikan dari warganet untuk sang guru di Tapsel itu pun membanjiri kolom komentar.

"Semoga dibalas pahala yang berlimpah, dan doa dari semua orang yang terbantu nantinya," ungkap warganet dengan akun @ariefmohamad99.

"Sehat-sehat selalu, Bu. Berkah senantiasa mengiringi perjalanan hidupmu," tutur warganet lainnya melalui akun @shandra.sp.

Pengalaman Bekerja di Arab Saudi

Pengalaman Nur Ali yang pernah bekerja di berbagai tempat, termasuk Arab Saudi, membuatnya menyadari betapa pentingnya pendidikan, terutama pendidikan agama.

Baca Juga: Jungleland Hadirkan Promo Liburan Lebih Hemat di Januari, Ini Caranya!

“Dulu di Angkola Selatan belum ada madrasah," ungkap Nur Ali sebagaimana dikutip dari laman Kemenag, pada Rabu, 21 Januari 2026.

"Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X