Sebagai penganut Islam, Kiai Ageng Anis turut berperan dalam mengembangkan Islam. Dan, untuk melancarkan misinya, ia mendirikan sebuah masjid yang juga berfungsi sebagai markas kegiatannya.
Di Masjid Laweyan inilah diadakan sejenis pengajian-pengajian, shalat Jumat, dan kegiatan dakwahnya.
Baca Juga: Bangga! Sehun dan Elon Musk Pakai Batik, Motif Batik ada di Logo dan Souvenir KTT G20
Konon, di sekitar masjid tersebut, pada mulanya hidup seorang pendeta Hindu yang mempunyai murid cukup banyak. Kiai Ageng Arm menjalin persahabatan yang akrab dengannya.
Sebelum mendirikan masjid, ia sering berkunjung bahkan melakukan shalat di tempat pendeta Hindu tersebut. Dan, bermula dari persahabatan ini, akhirnya pendeta tadi beserta murid-muridnya masuk Islam.
Kiai Ageng Beluk. begitulah nama bekas pendeta Hindu yang akhimya menjadi seorang muslim berkat dakwah Kiai Ageng Anis.
Kiai Ageng Anis sendiri, sebenamya termasuk tokoh yang cukup penting. Putranya yang bernama Ki Ageng Pemanahan merupakan pendiri Dinasti Mataram, tetapi entah karena alasan apa sejarah ayahnya ini kurang terungkap.
Masjid yang didirikan Kiai Ageng Anis sampai saat ini masih dapat disaksikan, berdiri kokoh di depan makamnya di daerah Laweyan. Ya patut disayangkan, karena telah mengalami beberapa kali perbaikan, bentuk asli Masjid Laweyan tidak dikenali lagi.
Baca Juga: Shah Rukh Khan Ditahan di Bandara dan Didenda Ratusan Juta. Apa Penyebabnya?
Secara umum bentuk yang ada saat ini tampak biasa-biasa saja, Beratap tumpang atau tingkat, mempunyai serambi dan ciri-ciri lain sebagaimana masjid lazimnya. Karena letak bangunan masjid yang berada sekitar dua meter dari atas tanah, membuat masjid ini tampak kian “berwibawa”.
Karena tahun pendirian yang relatif dekat dengan pendirian Masjid Agung Demak, lokasi yang dekat dengan kerajaan, dan tahun pendirian pada masa Kerajaan Pajang, menjadikan masjid ini sangat penting dari segi historis.
Masjid Swasta Tertua di Solo
Nama masjid ini sebenarnya Jami Tegalsari Surakarta, namun orang banyak mengenal masjid ini sebagai Masjid ’’Swasta” tertua di Solo.
Masjid Jami Tegalsari Surakarta adalah masjid “swasta” dan pertama di kota Bengawan, Surakarta, Jawa Tengah.
Disebut “swasta” karena sepenuhnya dibangun atas biaya pribadi seorang hartawan yang dermawan lagi saleh bernama K.H. Ahmad Shofawi. Ia adalah seorang saudagar batik di kota Solo (Surakarta).