Sebelum Ada Masjid Sheikh Zayed, Solo Punya Masjid Pertama dan Masjid Swasta Tertua

photo author
Aliefien Sutopo, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 15 November 2022 | 16:46 WIB
Jokowi Resmikan Masjid Sheikh Zayed Solo Bersama Presiden UEA (facebook.com)
Jokowi Resmikan Masjid Sheikh Zayed Solo Bersama Presiden UEA (facebook.com)

JURNAL METROPOLITAN - Masyarakat Solo dan sekitarnya kini miliki masjid megah bernama Masjid Sheikh Zayed.

Masjid ini yang baru diresmikan Senin 14 November 2022 oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan merupakan simbol persahabatan antara kedua negara tersebut.

Masjid Sheikh Zayed boleh jadi menjadi masjid termegah di Solo saat ini namun Solo juga punya cerita lain soal masjid. Ada masjid pertama sebagai sarana syiar islam di Solo dan ada juga masjid yang dibangun oleh dermawan.

Baca Juga: Raffi Ahmad Makin Percaya, Layak Sandang Presenter Paling Ngetop

Berikut masjid-masjid bersejerah di Solo

Masjid Pertama di Kota Solo

Masjid ini berlokasi Jl. Liris No1. Pajang Laweyan, Kampung Batik Laweyan. Dusun Belukan RT 4 RW 4, Kelurahan Pajang. Kecamatan Laweyan, Surakarta Jawa Tengah.

Masjid yang berada tepat di depan sungai ini mempunyai nama sesuai dengan nama daerah didirikannya, yaitu Laweyan termasuk daerah yang cukup penting di Solo.

Selain lokasinya yang cukup dekat dengan Ibu Kota Kerajaan Pajang, hanya sekitar tiga kilometer, juga karena menjadi pusat perekonomian khususnya bagi warga pedesaan sekitar Laweyan.

Banyak faktor yang menjadikan Masjid Laweyan mengandung nilai historis. Masjid yang telah berusia lebih dari empat abad ini, merupakan masjid pertama di kota Solo.

Baca Juga: KTT G20 Masih Berlangsung Ini Aturan bagi Warga Sekitar Nusa Dua

Tahun pendiriannya tidak dapat dipastikan, tetapi yang jelas dibangun pada masa Kerajaan Pajang, sekitar tahun 1550 M.

Keberadaan Masjid Laweyan bermula dari hijrahnya Kiai Ageng Anis (menurut sebagian buku, termasuk di makam, tertulis Ngenis bukan Anis) dari Selo ke Pajang.

Menurut Babad Tanah Jawi, ia mulai bermukim di Laweyan pada tahun 1540, sedangkan pendirian masjid berlangsung selang beberapa tahun setelah kedatangannya itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aliefien Sutopo

Sumber: Surakarta.go.id, duniamasjid.islamic-center.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X