Sebelum Ada Masjid Sheikh Zayed, Solo Punya Masjid Pertama dan Masjid Swasta Tertua

photo author
Aliefien Sutopo, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 15 November 2022 | 16:46 WIB
Jokowi Resmikan Masjid Sheikh Zayed Solo Bersama Presiden UEA (facebook.com)
Jokowi Resmikan Masjid Sheikh Zayed Solo Bersama Presiden UEA (facebook.com)

Baca Juga: Momen Bahagia Rachel Amanda, Dilamar di Pinggir Sawah dan Berakhir di Pelaminan

Sebelum berdirinya masjid “swasta” ini, kota Surakarta telah memiliki empat buah masjid yang dibangun dan dikelola oleh Keraton Surakarta.

Oleh karenanya, keempat masjid itu disebut Masjid Keraton yaitu Masjid Agung Kepatihan, Masjid Agung Kauman, Masjid Mangkunegaran, Masjid Jami Laweyan. Masing-masing terletak di penjuru utara, timur, barat, dan selatan Kota Solo.

Akan halnya Masjid Tegalsari yang terletak di Jalan Dr. Wahidin N0 36 Kampung Tegalsari, Kecamatan Laweyan, Kodya Surakarta ini dibangun di atas tanah seluas 2000 meter persegi (40 x 50 m) milik saudagar batik terkemuka.

Masjid yang pembangunannya dimulai sejak tahun 1928 berhasil dirampungkan selama 19 bulan 10 hari, tepatnya akhir 1929.

Baca Juga: Jangan Tunda Lihat Rekening, Dana BOS untuk Madrasah Cair

Saat ini, masjid “swasta” tertua dan pertama di kota Surakarta itu menjadi pusat aktivitas Pesantren Modem Ta’mirul Islam. Arsitek yang merancang masjid yang berlantai marmer itu adalah Prof. K.H. Raden Muhammad Adrian, menantu K.H. Ahmad
Shofawi sendiri.

Masjid Sheikh Zayed

Pembangunan Masjid Sheikh Zayed yang dilakukan PT Waskita Karya ini berada di bekas Depo Pertamina Jalan Ahmad Yani, Gilingan, Banjarsari.

Masjid Sheikh Zayed menjadi masjid terbesar di Kota Solo yang kelak bisa menjadi tujuan wisata, khususnya wisata religi di Kota Solo.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga memiliki perpustakaan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah sarana edukasi bagi masyarakat.

Masjid Raya Syeikh Zayed Solo memiliki empat menara, satu kubah utama, kubah-kubah kecil dan ornamen bangunan khas Timur Tengah.

Baca Juga: Ronaldo Terancam Denda Satu Juta Pounds Akibat Telanjangi Manchester United

Sesuai dengan permintaan Pangeran Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, pembangunan masjid ini akan dibuat mirip dengan yang ada di Abu Dhabi.

Sehingga pemilihan material dan bahan bangunan tidak boleh sembarangan. Marmer yang digunakan, didatangkan langsung dari Italia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aliefien Sutopo

Sumber: Surakarta.go.id, duniamasjid.islamic-center.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X