JURNAL METROPOLITAN - Meski Indonesia saat ini masih bertahan di tengah dinamika yang terjadi. Pada tahun ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di angka 5,3%, sementara tahun depan pertumbuhan mencapai 5%. Kemungkinaan masalah resesi bisa terjadi.
Karena itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia waspada karena ada guncangan kencang. "Kita harus jaga dan waspadai dengan baik," kata Sri Mulyani pada konferen pers APBN KiTA Jumat (21/10/2022).
Sri Mulyani kemudian merujuk pada perkiraan yang disampaikan sejumlah internasional. Dalam laporan tersebut, ekonomi Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Cina menunjukkan tren pelemahan pada tahun ini dan tahun depan.
Baca Juga: Varian Baru XBB Sudah Masuk Indonesia, Pemerintah Waspadai Pintu Masuk XBB dari Luar Negeri
Berdasar itu maka ada kemungkinan isu resesi terjadi pada tahun 2023 itu benar. Meski belum bisa dipastikan dipastikan resesi hampir pasti terjadi tahun depan.
Sebagi wujud kewaspadaan terhadap kemungkinan itu perencana, Himawan Adhi berbagi tips mengenai cara mengelola keuangan saat resesi. Berikut apa saja yang bisa dilakukan.
Siapkan Dana Darurat
Dana darurat, sekalipun terlambat, keberadaan dana darurat sangat penting. Bisa didapatkan dengan pendapatan reguler atau mencari kerja sampingan.
"Kalau mau buat dana darurat sebesar persiapan dana hidup untuk 3-6 bulan, dan sekarang menghitungnya gak cukup 2,5 tahun, jadi usahakan 6-24 kali dari kontes rata-rata keluarga, misal sebulan 5-10 juta itu dikali 6 sampai 24 kali, disimpan di rekening yang mudah diakses jangan tergoda, digunakan untuk kita bertahan," jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Dukung 1 Juta Kendaraan Listrik, Produsen Automotif Investasi Hingga Triliunan
Siapkan Dana Likuiditas
Persiapkan dana likuiditas sebanyak 15% dari kekayaan bersih. Dana ini akan memiliki dua manfaat, yaitu cadangan ketika dana darurat dan peluang untuk berinvestasi.
"Dana likuiditas ini bisa digunakan dan ini bisa digunakan untuk kesempatan yang tidak datang dua kali dan kita bisa mengeksekusinya, misal kayak cerita teman saya yang tiba-tiba ditelpon sama orang yang dulu pas pandemi nawarin propertinya Rp1,5 miliar, terus dia ditelpon lagi ditawarin sesuai dengan harga yang dulu dia minta Rp800 Juta, setengah dari harga tidur. Dia langsung ngurus akta jual beli," papar Himawan.
Diversifikasi Kekayaan