Pemerintah Dukung 1 Juta Kendaraan Listrik, Produsen Automotif Investasi Hingga Triliunan

photo author
Aliefien Sutopo, Jurnal Metropolitan
- Senin, 24 Oktober 2022 | 10:30 WIB
Ilustrasi Kendaraan Mobil Listrik Mengisi Daya (molanewsid)
Ilustrasi Kendaraan Mobil Listrik Mengisi Daya (molanewsid)

JURNAL METROPOLITAN - Mobil listrik di Indonesia terus bergerak. Pemerintah Indonesia dukung mobil listrik hingga target Net Zero Emission 2060 tercapai.

Data Kementerian Perindustrian menyebut hingga saat ini beberapa perusahaan automotif melirik kendaraan listrik terdiri dari perusahaan bus listrik, mobil listrik dan sepeda motor listrik.

Tercatat ada empat perusahaan bus listrik, tiga perusahaan mobil listrik, serta 35 perusahaan roda dua dan roda tiga listrik di Tanah Air.

Baca Juga: Ini Manfaat Miliki Kartu Prakerja, Buat Akun Sekarang Juga

Perusahaan-perusahaan autumotif yang memproduksi kendaraan listrik tersebut diperkirakan mengeluarkan investasi sebesar Rp1,872 triliun.

"Untuk kapasitas produksinya mencapai 2.480 unit bus, 14.000 unit mobil listrik, serta 1,04 juta unit untuk kendaraan roda dua atau roda tiga listrik," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik secara virtual melalui YouTube, Jumat (21/10/2022).

Ke depannya produksi terus ditambah menjadi 1 juta kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda empat atau lebih dan 3,22 juta KBLBB roda dua pada 2035.

Seperti diketahui beberapa perusahaan automotif dunia menyampaikan komitmen investasinya untuk mengembangkan pabrik mobil listrik di Tanah Air.

Baca Juga: Denmark Open 2022 Hasilkan Tiga Ganda Komplet, Ada Ganda Putra Indonesia Salah Satunya

Setelah Hyundai, Toyota, dan Mitsubishi, Kemenperin membeberkan bahwa dua perusahaan automotif lain juga berencana memproduksi kendaraan listrik di Indonesia.

Namun ada perusahaan besar automotif dunia sekaliber BMW menyebut di luar kendaraan listrik ada potensi lainnya yaitu teknologi hidrogen.

CEO BMW Oliver Zipse, mengatakan, saat ini pasar hidrogen tertinggal beberapa tahun di belakang kendaraan elektrik. Tapi, ke depannya akan segera menjadi pemain besar.

"Setelah mobil listrik, yang sudah berjalan sekitar 10 tahun dan meningkat dengan pesat, tren berikutnya adalah hidrogen," ujar Zipse, dilansir dari Carscoops, Mingu (21/10/2022).

Baca Juga: Tembakan Melengkung De Bruyne, Menangkan Manchester City Vs Brighton

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Aliefien Sutopo

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X