JURNAL METROPOLITAN - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan suku bunga kebijakan bank sentral sudah mendorong kenaikan suku bunga di pasar uang.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa kenaikan suku bunga di perbankan terbatas.
Dalam konferensi pers BI, Perry Warjiyo menjelaskan suku bunga IndONIA pada 16 November 2022 naik 150 bps dibandingkan akhir Juli 2022 menjadi sebesar 4,3%, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan strategi operasi moneter Bank Indonesia.
Kemudian imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor jangka pendek meningkat 143 bps, sementara imbal hasil SBN tenor jangka panjang relatif terjaga.
Sementara itu, kenaikan suku bunga perbankan, baik suku bunga dana maupun suku bunga kredit, lebih terbatas.
"Suku bunga deposito 1 bulan pada Oktober 2022 naik menjadi 3,4% dari 2,89% pada Juli 2022, sementara suku bunga kredit Oktober 2022 meningkat terbatas menjadi 9,09% dari 8,94% pada Juli 2022," kata Perry dalam konferensi pers, Kamis (17/11).
Baca Juga: Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perbarui Perjanjian Swap Bilateral Dalam Mata Uang Lokal
Perry menambahkan, masih terbatasnya kenaikan suku bunga tersebut seiring dengan likuiditas yang masih longgar yang memperpanjang efek tunda (lag effect) transmisi suku bunga kebijakan pada suku bunga dana dan kredit.
Pertumbuhan kredit pada Oktober 2022 tercatat sebesar 11,95% (yoy), ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan hampir seluruh sektor ekonomi.
Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,4% (yoy).
Dari sisi penawaran, berlanjutnya perbaikan intermediasi perbankan didukung oleh standar penyaluran kredit yang tetap longgar, seiring dengan membaiknya appetite perbankan dalam penyaluran kredit terutama di sektor Industri, Perdagangan dan Pertanian.
BiBaca Juga: Pinkan Mambo Sibuk Cari Uang Hingga Tak Punya Teman
Dari sisi permintaan, peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi dan rumah tangga yang terus berlanjut.