Animalium Fest 2025, Pamerkan Berbagai Satwa Sebagai Ajang Edukasi

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 22:19 WIB
Animalium Fest 2025, Pamerkan Berbagai Satwa Sebagai Ajang Edukasi (Dims)
Animalium Fest 2025, Pamerkan Berbagai Satwa Sebagai Ajang Edukasi (Dims)

JURNALMETROPOLITAN.com - Animalium Badan Riset dan Inovasi (BRIN) menggelar Animalium Fest 2025, Sabtu (31/5).

Kegiatan yang digelar di Animalium BRIN, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor itu pun menjadi kegiatan yang kedua kalinya dilaksanakan.

Sales Marketing yang juga Ketua Pelaksana Animalium Fest 2025, Eciuri Rachmawati mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua dilaksanakannya kegiatan Animalium Fest.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Kota Semarang: Dari Pelabuhan Kuno hingga Pusat Perdagangan Jawa Tengah

“Sebelumnya kita telah melaksanakan di tahun lalu (2024), ini bertujuan untuk silaturahmi dan juga edukasi bareng-bareng. Lalu juga ingin mempererat silaturahmi dengan orang tua dan pecinta satwa lainnya, karena ini mengedukasi anak bangsa dan seluruh warga Indonesia,” ujar Eciuri Rachmawati kepada wartawan.

Rachmawati menjelaskan, dalam Animalium Fest 2025 itu pihaknya menghadirkan bintang tamu, seperti Irfan Hakim & De’Hakims hingga Mikaila Fatriz.

Adapun, lanjut dia, rangkaian acara yang digelar selama satu hari itu pun diharapkan bisa mencapai 800 pengunjung dengan harga tiket yang dibanderol Rp95 ribu untuk dewasa, dan Rp120 ribu bagi anak-anak.

Baca Juga: Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, PLN UP3 Bogor Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Tanpa Padam

“Untuk rangkaian acaranya di Animalium Fest 2025 ini kita ada edukasi satwa, talkshow bareng peneliti satwa dan BRIN. Sedangkan kalau yang masuk sampai siang ini baru ada 300 pengunjung, target kita 800 pengunjung,” ucapnya.

Sedangkan yang dipamerkan pada edukasi satwa ke pengunjung ada sekitar puluhan jenis satwa, antara lain ular sanca sepanjang 7 meter dan berat hingga 100 kilogram, binturong jawa, elang amerika, elang emas (golden eagle), burung gagak hutan, burung paruh bengkok, burung kukabura, burung kakatua dari Papua, dan burung petani dari Filipina. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X