JURNAL METROPOLITAN - Terhitung 26 Oktober hingga 6 November 2022, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama bersama Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah menyelenggarakan pelatihan Kurikulum Merdeka bagi guru madrasah, PNS maupun Non PNS.
Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Mastuki menjelaskan pelatihan Kurikulum Merdeka digelar secara daring mandiri berbasis MOOC atau Massive Open Online Course.
Peserta pelatihan akan mendapat sertifikat 60 Jam Pelajaran. Tidak dipungut biaya untuk mengikuti pelatihan alias gratis,” sambungnya.
Baca Juga: Pengacara Kamaruddin Hendra Simanjuntak: Penembak Brigadir J Ada Tiga
Mastuki menambahkan, pelatihan Kurikulum Merdeka dimaksudkan untuk memberi ruang kebebasan bagi GTK Madrasah untuk menjadi pembelajar sejati.
Pelatihan ini dirancang dengan tingkat fleksibilitas dan aksesibilitas tinggi. Konten dan materi serta metodenya memungkinkan peserta merdeka belajar untuk mengikutinya sesuai waktu dan kebutuhan pengembangan diri.
"Kurikulum merdeka sesuai dengan watak pendidikan yang hakikatnya memerdekakan manusia. Kurikulum merdeka bukan hanya menstimulasi merdeka belajar, tapi juga merdeka mengajar," ujarnya.
Pelatihan ini tercatat ada 19.368 peserta yang mendaftar melalui LMS Pintar, sebuah Aplikasi Learning Management System.
Baca Juga: Tak Mau Terburu-buru, Motor Listrik Yamaha E01 Setara NMax Masih Tunggu Momen
"Kami sangat senang dengan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi ini karena bisa menjadi indikator bahwa pelatihan yang kita laksanakan sangat dibutuhkan oleh masyarakat," tutur Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis, Mastuki, di Ciputat, Rabu (26/10/2022).
Mastuki mengatakan, pelatihan Kurikulum Merdeka akan digelar dalam beberapa angkatan. Pelatihan Kurikulum Merdeka yang berlangsung 26 Oktober hingga 6 November 2022 merupakan angkatan pertama.
"Bulan November dan Desember akan kita laksanakan beberapa serial. Bagi peserta yang pada periode pertama ini belum bisa mengikuti, bulan depan bisa ikut," jelasnya.
Lebih jauh Mastuki mengatakan, pelatihan melalui LMS Pintar ini sangat efektif karena bisa melibatkan peserta yang sangat massif. Penggunaan LMS Pintar memudahkan siapa saja untuk bisa mengikuti pelatihan.