SMK Model PGRI 1 Mejayan Launching SMK Mitra Desa dan Penggerak UMKM

photo author
Mulya Achdami, Jurnal Metropolitan
- Rabu, 16 November 2022 | 16:35 WIB
Kepala SMK Model PGRI 1 Mejayan-Madiun, Sampun Hadam (kemeja hitam) berfoto bersama usai launching program SMK Mitra Desa dan Penggerak UMKM, Selasa (15/11/2022).  (Dok. SMK PGRI 1 Mejayan)
Kepala SMK Model PGRI 1 Mejayan-Madiun, Sampun Hadam (kemeja hitam) berfoto bersama usai launching program SMK Mitra Desa dan Penggerak UMKM, Selasa (15/11/2022). (Dok. SMK PGRI 1 Mejayan)

JURNAL METROPOLITAN – SMK Model PGRI 1 Mejayan-Madiun melaunching 'SMK Mitra Desa' dan 'Penggerak UMKM' dengan menjalin 72 desa mitra di Kabupaten Madiun, Selasa (15/11/2022). Program ini didukung INKA Grup.

"Program ini SMK Mitra Desa dan Penggerak UMKM ini selain untuk menumbuhkan kepedulian sosial siswa, media pendidikan dan latihan life skill bagi siswa," kata jelas Kepala SMK Model PGRI 1 Mejayan, Drs. Sampun Hadam, MM, Rabu (16/11/2022).

Selain itu, lanjut dia, program tersebut juga mendidik dan melatih pentingnya kolaborasi dan sinergi antar masyarakat dan komponen bangsa, meningkatkan kreativitas, inovasi dan imajinasi serta keterampilan siswa dengan membuat peralatan yang diperlukan UMKM, membantu masyarakat pedagang mendapatkan barang dagan harga murah.

Baca Juga: Dunia Pendidikan Perlu Tahu Dunia Praktisi, Unpad Hadirkan 26 Praktisi

Namun yang tidak kalah pentingnya, kata Sampun, membantu UMKM meningkatkan sarana produksi, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan membantu pemerintah desa dan kabupaten untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui gerakan UMKM.

"Kolaborasi ekonomi sistem ini sebagai kemampuan siswa SMK dalam mengkolaborasikan dan mensinergikan potensi lokal di desa sehingga menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar," ujar Sampun.

Menurut dia, sebenarnya SMK Mitra Desa ini sudah diawali sejak tahun 2020, atas dukungan Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, SMK Model PGRI 1 Mejayan telah menjalin 72 desa mitra.

Implementasinya dilakukan oleh siswa dalam bentuk pengabdian di desa masing-masing dengan membangun kearifan lokal desa yang bersangkutan.

Sampun mengekakan, sebelum terbentuk program SMK Mitra Desa, SMK Model PGRI 1 Mejayan mengawalinya dengan melakukan komunikasi sejumlah kepala desa dan perangkat desa serta tokoh masyarakat desa.

Disamping itu, jelas Sampun, pihaknya juga mendata kondisi sosial masyarakat meliputi, anak yatim/piatu, anak usia sekolah kurang mampu, pengangguran usia kerja, toko dan UMKM yang ada di desa serta peran apa yang bisa dilakukan siswa SMK model PGRI 1 Mejayan.

Baca Juga: Pelajar Berprestasi, Ikuti Beasiswa Indonesia Maju, untuk Raih Jenjang Pendidikan Tinggi

"Selanjutnya dengan mendiskusikan dan mencari solusi nyata problem yang ada di masyarakat desa dengan bimbingan guru pendamping untuk mencari solusi yang bisa dilakukan," paparnya.

Di sisi lain, siswa ikut bantu kerja bersama UMKM beberapa hari agar benar benar mengerti dan merasakan kerja yang sesungguhnya untuk menguatkan Life Skill Educatian.

Beberapa kegiatan SMK Mitra Desa dan Penggerak UMKM, antara lain: mendampingi dan melatih UMKM dalam manajemen keuangan, marketing dan produksi, memberikan pinjaman modal kepada 138 UMKM dari lebih 450 UMKM yang mengajukan bantuan modal dan pendampingan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mulya Achdami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X