Prof Dr Hj Andi Rasdiyanah Amir, Wanita Pertama Jadi Rektor di Indonesia Timur

photo author
Nur Aliem Halvaima, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 19 Januari 2023 | 09:00 WIB
Salah satu buku yang mengulas kiprah Prof Andi Rasdiyanah - foto repro: Nur/MJ (Nur Aliem Halvaima )
Salah satu buku yang mengulas kiprah Prof Andi Rasdiyanah - foto repro: Nur/MJ (Nur Aliem Halvaima )

JURNAL METROPOLITAN - Profesor Dr Hj Andi Rasdiyanah Amir, merupakan wanita pertama yang diangkat jadi rektor perguruan tinggi untuk wilayah Indonesia Timur.

"Saya mengenal beliau ketika masih menjabat Dekan Fakultas Tarbiyah, salah satu fakultas di IAIN Alauddin Kota Makassar Sulsel," kata salah seorang alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN), kini Universitas Islam Negeri (UIN).

Profesor Rasdiyanah kemudian berikutnya menjadi rektor di kampus yang sama. Beliau termasuk rektor wanita pertama di Indonesia Timur. Wanita bersahaja ini kelahiran Kabupaten Bulukumba, daerah pembuat Pinisi, perahu khas Sulsel.

Baca Juga: Pengarang YPTD Adakan Kunjungan dan Serahkan Buku ke Perpustakaan Nasional

Saat itu Rektor IAIN Alauddin adalah Abdurrahman Shihab, ayah dari Prof Quraisy Shihab, kakek Najwa Shihab. Sementara Dekan Fakultas Syariah  Prof KH Sanusi Baco.

Di Fakuktas Syar'iah ketika itu, antara lain ada Prof Nazaruddin Umar (mantan Wakil Menteri Agama, kini Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta) dan Idrus Marham, mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar.

Dosen, Rektor, Pejabat yang Nyeni

Selain dosen, Profesor Rasdiyanah juga adalah seniman dan budayawan Muslimah. Salah satu karyanya, puitisasi terjemahan Al-Qur'an. Puitisasi ini pernah di perlombakan di setiap acara Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ).

Baca Juga: KPK Cium Ada Aroma Korupsi Kasus Tanah Pulogebang, Ruangan Taufik di DPRD DKI Digeledah

Salah satu peserta lomba puitisasi di MTQ adalah Muchtar Tanete, mahasiswa Prof Rasdiyanah. "Yang paling berkesan, saya pernah membacakan salah satu karya beliau, ketika itu masih bergelar Dra Rasdiyanah Amir," kata Muchtar.

Muchtar pula yang mengajar dan melatih yuniornya di IAIN Alauddin bagaimana cara membaca puisi dalam bentuk puitisasi terjemahan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah, di MTQ tingkat Kecamatan se Kotamadya Ujungpandang (sekarang Makassar). saya juara dengan bimbingan cara baca puisi yang baik oleh senior saya Muchtar Tanete, ketika itu kuliah di Fak Ushuluddin," kata yunior Muchtar.

Baca Juga: Kisruh TPU Sudiang, Pemilik Lahan Tagih Janji Ganti Rugi ke Pemkot Makassar

"Dari puisi Ibu Rasdiyanah pula, yang mengantarkan saya mewakili Kota Ujungpandang ke MTQ tingkat Sulsel di Palopo, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan," kata si yunior ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nur Aliem Halvaima

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X