JURNAL METROPOLITAN - Pernah mendengar atau melihat langsung pelaksanaan acara tradisi "Malam Pacar" yang sering dilakukan suku Bugis Makassar?
Di kalangan masyarakat suku Bugis Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, acara "Malam Pacar" lebih dikenal dengan sebutan "Mappacci" atau "Mappaccing" (Bugis) dan "Aggorontigi" (Makassar).
"Ini memang tradisi unik suku Bugis-Makassar dalam melepas masa lajang, biasanya sekaligus dirangkaikan dengan upacara khatam Al-Qur'an bagi calon pengantin," kata St Rabiah Puang Ngintang, perantau asal Sulsel di Kota Bekasi.
Baca Juga: Bocah 6 Tahun Diculik, Ditemukan Setelah Hilang 26 Hari
Praktisi dan pemerhati anak usia dini ini mengaku, dirinya sering diundang menghadiri acara serupa di perantauan, terutama di luar Kota Makassar Sulsel. Seperti Jabodetabek dan sekitarnya.
"Belum lama ini kami diundang hadir di gedung Hartika Bhakti Jalan Kemakmuran, Marga Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu malam pada 24 September 2022 lalu," tambah kerabat dari Kerajaan Gowa Sulsel ini.
Di acara "mappaccing" atau "malam pacar" ini, duduk di atas "pa'lammingang" (bahasa Makassar) atau semacam panggung khas daerah Sulsel, Shania putri Andi Patahangi Makkawaru, Bendahara Kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bekasi yang esok harinya menjalani ijab kabul dan resepsi pernikahan.
Baca Juga: Pencarian Dihentikan, Basarnas Nyatakan 4 Korban Longsor Hilang di Maros Sulsel
"Mappacci" atau "Anggorongtigi" adalah acara simbolik membersihkan diri sekaligus melepaskan masa lajang bagi calon pengantin wanita atau pria sebelum akad nikah esok harinya.
Sedang "Mappatemma Baca" atau "Appatamma" adalah acara "Khatam Al-Qur'an" sebagai simbol bahwa calon pengantin sudah "diwisuda" atas bacaan Al-Qurannya.
Sementara itu di lokasi acara, terlihat ruangan di lantai dasar gedung Hartika Bhakti yang berada di pusat Kota Bekasi ini, sudah "disulap" dengan suasana bernuansa etnis Bugis-Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Istana Raja Gowa Sulsel Dijadikan Cagar Budaya, Ditolak Keras Masyarakat Adat
"Iya ini adalah acara 'Mappacci' dirangkaikan dengan 'Mappateme Baca', upacara tradisional adat Bugis-Makassar pra-nikah bagi calon pengantin," kata Abidin Beddu, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Kota Bekasi.
Artikel Terkait
Banyak Pengendara Lepas Plat Nomor - Jadi Alasan Polisi Akan Berlakukan Kembali Tilang Manual
Resep Udang Saus Tiram - Lezatnya Tak Terkalahkan
Presiden Teken Keppres Naturalisasi, Pattynama Tinggal Tunggu Sumpah
Jeremy Renner Masih Belum Stabil Usai Kecelakaan Salju
Ronaldo Resmi Diperkenalkan ke Al Nassr dan Masyarakat Arab Saudi
Cristiano Ronaldo: Saya Tidak Peduli Apa Kata orang
Wisata Mangrove Ini Kena Imbas Gelombang Tinggi
D'Castello, Tempat Wisata di Subang Penuh Warna
Kuliner Tulungagung yang Satu Ini Nano-nano Rasanya
Benarkah Banyak Bermedsos, Semakin Banyak Dosa?