Adapun calon pengantin wanitanya adalah Amanda Fadilah Shania, putri kedua dari pasangan H. Andi Patahangi Makkawaru, Bendahara KKSS Kota Bekasi dan Hj. Heni Noviati.
Sedang calon pengantin prianya adalah Adam Rifky, putra pertama dari Andi Aksan (Alm) dan Rahayu Ningsih. Kedua calon pengantin hadir dengan masing-masing berpakaian adat Bugis-Makassar.
Baca Juga: UU KUHPidana, DPP KAI: Kontroversi dan Membelenggu Hak Asasi Manusia
Mappacci atau Anggorongtigi
Menurut Abidin Beddu, Ketua BPD KKSS Kota Bekasi, mengatakan acara "malam pacar" sebenarnya adalah istilah anak muda milenial Kota Makassar. Sebutan aslinya adalah Mappacci atau Anggorongtigi.
Pada acara "Mappacci", kata Abidin Beddu, secara bergantian keluarga dari kedua belah pihak calon pengantin dan para undangan, diminta untuk memberi "pacci", yaitu daun yang dihaluskan untuk penghias kuku ke telapak tangan calon pengantin.
Baca Juga: Hj Decy Widhiyanti, Serius Tekuni Tata Rias Pakaian Pengantin Adat Betawi
Sedang acara "Mappatemma Baca" atau khatam Al-Qur'an, saat itu dipandu oleh Ustadz Dr Ir Abdul Hafid Paronda sambil menuntun bacaan Al-Quran dari calon pengantin. Sekaligus memberi petuah Bugis dan pembacaa doa penutup.
Turut hadir Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Bekasi Yeane Cicilia Abidin bersama pengurus dan anggota, juga pengurus dan anggota KKSS Kota Bekasi.
Setelah acara 'Mappacci' yang dirangkaikan dengan 'Mappateme Baca' ini, dilanjutkan dengan akad nikah dan pesta pernikahan pada esok harinya Minggu 25 September 2022 di tempat yang sama. ***
Artikel Terkait
Banyak Pengendara Lepas Plat Nomor - Jadi Alasan Polisi Akan Berlakukan Kembali Tilang Manual
Resep Udang Saus Tiram - Lezatnya Tak Terkalahkan
Presiden Teken Keppres Naturalisasi, Pattynama Tinggal Tunggu Sumpah
Jeremy Renner Masih Belum Stabil Usai Kecelakaan Salju
Ronaldo Resmi Diperkenalkan ke Al Nassr dan Masyarakat Arab Saudi
Cristiano Ronaldo: Saya Tidak Peduli Apa Kata orang
Wisata Mangrove Ini Kena Imbas Gelombang Tinggi
D'Castello, Tempat Wisata di Subang Penuh Warna
Kuliner Tulungagung yang Satu Ini Nano-nano Rasanya
Benarkah Banyak Bermedsos, Semakin Banyak Dosa?