Artis yang juga dikenal sebagai penyanyi cilik itu, menempuh studi Master of Public Administration in Energy and Environmental Policy di Columbia University, Amerika Serikat (AS) dan telah lulus pada 8 tahun lalu.
Tasya mengatakan, alasan ia mengambil jurusan tersebut lantaran memiliki ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik.
Hal itu, karena sejak tahun 2005 dirinya sudah mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup.
"Selain itu, aku punya cita-cita untuk menjadi menteri, setidaknya harus punya ilmu policymaking," terang Tasya.
"Tujuan kuliah yaitu memperoleh ilmu, skill, koneksi untuk bisa memanfaatkan platform sebagai figur publik agar bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat," bebernya.
Proyek Desa Mandiri di NTT
Selama masa studi, Tasya mengaku pernah aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk organisasi internasional, magang di Kementerian ESDM, hingga mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Saat masa studi pun sudah berusaha berkontribusi untuk Indonesia dengan manfaatkan resource kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di NTT," paparnya.
Artis yang lulus tepat waktu dengan IPK 3.75 itu, lantas mengungkapkan kontribusinya selama masa bakti sebagai alumni awardee LPDP.
Duta Lingkungan Hidup
Setelah lulus, Tasya kembali ke Indonesia dan menjalani masa bakti sesuai kontrak LPDP dengan skema 2n+1 dari periode 2018 hingga 2023.
"Berkomitmen pulang ke Indonesia pasca lulus dan menjalankan masa bakti sesuai ketentuan LPDP," terangnya.
Selain itu, Tasya mengungkapkan dirinya pernah menjadi jembatan antara pemerintah dan publik sebagai figur publik, sebagai Duta Lingkungan Hidup.
Artikel Terkait
Mutiara Baswedan Pergi ke Amerika untuk Lanjut Kuliah di Harvard Jalur LPDP, Anies Baswedan Beri Pesan Begini
LPDP Beberkan Riwayat Studi DS usai Viral Postingan ‘Cukup Saya WNI, Anak Jangan’ di Jagat Medsos
Tanggapi Konten Alumni LPDP ‘Cukup Aku yang WNI, Anak-anakku Jangan’, Purbaya Ingatkan Beasiswa dari Uang Pajak Rakyat