Ia juga menyampaikan bahwa melalui pendekatan partisipatif ini IPB University berharap dapat membangun ekosistem kampus yang tidak hanya tegas terhadap pelanggaran, tetapi juga peka terhadap kebutuhan serta aspirasi mahasiswa.
Ia pun menegaskan, IPB University mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai integritas, saling menghormati, dan keberanian untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi di lingkungan kampus.
Baca Juga: Rapat Finalisasi PSEL, Bogor Menuju Pengolahan Sampah Berbasis Energi
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB University Muhammad Abdan Rofi menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan pihak kampus bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para pengambil kebijakan.
"Dari saya sangat bersyukur, kami dapat difasilitasi untuk bertemu langsung dengan para pemangku kebijakan, termasuk pimpinan rektorat yang memiliki kewenangan penuh. Dalam pertemuan ini, tidak hanya dibahas aspek teknis, tetapi juga hingga pada penyusunan regulasi. Poin-poin tuntutan yang kami sampaikan, mulai dari regulasi, aturan hukum, prosedur, hingga level teknis, telah disepakati dan dipenuhi oleh pimpinan rektorat," ujar Abdan.
Lebih lanjut, Abdan menegaskan pentingnya sinergi antara institusi dan mahasiswa dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.
"Harapannya hasil dari audiensi terbuka ini, kita sama-sama bisa menjadi co-creator, untuk bisa mewujudkan ruang yang aman ini, bukan hanya diwujudkan dari institusi saja, tapi juga ada keterlibatan mahasiswa. Jadi kita sama-sama untuk membangun itu, dan kita komitmen dari mahasiswa untuk bisa mengawal penuh apa yang menjadi tuntutan," tambahnya.(*)
Artikel Terkait
Mentan Amran Dorong IPB Perkuat Riset dan Hilirisasi: “Jual Ide, Bukan Mitos
Kolaborasi Strategis Kementerian Pertanian dan IPB Dorong Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian
Guru Besar IPB Apresiasi Kepemimpinan Mentan Amran, Dorong Kolaborasi dan Keberpihakan Nyata untuk Petani